September 8, 2020

ASKEP GUILLAIN BARRE SYNDROME PDF

Guillain-Barré syndrome (GBS) is a rare disorder of the peripheral nervous system. The syndrome is named after the French physicians. Brain Nerve. Nov;67(11) doi: /mf [Novel Therapeutic Interventions in Guillain-Barré Syndrome: Review and Future. Sindrom guillain-barre merupakan sindrom klinis yang ditujukan oleh onset akut dari ETIOLOGI Ada dua teori mengenai penyebab dari guillain barre syndrome yaitu: Teo ! e #$%$

Author: Ditilar Mooguzshura
Country: Fiji
Language: English (Spanish)
Genre: Marketing
Published (Last): 18 September 2018
Pages: 86
PDF File Size: 19.48 Mb
ePub File Size: 11.24 Mb
ISBN: 451-9-78988-631-8
Downloads: 80724
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shakagore

Latar BelakangGullain Barre Sindrome adalah gangguan yang jarang mengenai tubuh, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian saraf. Penyakit ini biasanya terjadi satu atau dua minggu setelah infeksi virus ringan seperti sakit tenggorokan, bronkitis, atau flu, atau setelah vaksinasi atau prosedur bedah. Tercatat kejadian ini hanya mempengaruhi 1 atau 2 orang per barde Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun umumnya dicetuskan oleh infeksi saluran pernafasan atau pencernaan.

Semua kelompok usia dapat terkena penyakit ini, namun paling sering terjadi pada dewasa muda dan usia lanjut. Pada tipe yang paling berat, sindroma Guillain-Barre menjadi suatu kondisi kedaruratan medis yang membutuhkan perawatan segera. Insidensi syndrome Guillain-Barre bervariasi antara 0,6 sampai 1,9 kasus per Terjadi puncak insidensi antara usia tahun dan antara tahun.

Jarang mengenai usia dibawah 2 tahun. Usia termuda yang pernah dilaporkan adalah 3 bulan dan paling tua usia 95 tahun. Laki-laki dan wanita sama jumlahnya. Data di Indonesia mengenai gambaran epidemiologi belum banyak.

Penelitian menyebutkan bahwa insidensi terbanyak di Indonesia adalah dekade I samapai dekade III dibawah usia 35 tahun dengan jumlah penderita laki-laki dan wanita hampir sama. Guillain-Barre Sindrome GBS merupakan penyebab kelumpuhan yang cukup sering dijumpai pada usia dewasa muda.

GBS ini seringkali mencemaskan penderita dan keluarganya karena terjadi pada usia produktif, apalagi pada beberapa keadaan dapat menimbulkan kematian, meskipun pada umumnya mempunyai prognosa yang baik. Penyakit ini terdapat di seluruh dunia pada setiap musim dan merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan demielinisasi pada akar saraf tepi.

Sampai saat ini penyebab pasti penyakit ini masih dalam perdebatan. Mikroorganisme penyebab belum pernah ditemukan pada penderita penyakit ini dan pada pemeriksaan patologis tidak ditemukan tanda-tanda radang.

Sindrom ini dapat pula didahului oleh vaksinasi, infeksi bakteri, gangguan endokrin, tindakan operasi, anestesi dan sebagainya.

Askep Guillain Barre Syndrome (GBS)

Namun teori yang dianut sekarang ialah suatu kelainan imunobiologik. Periode laten antara infeksi dan gejala polineuritis yuillain dugaan bahwa kemungkinan kelainan yang terdapat disebabkan oleh suatu respons terhadap reaksi alergi saraf perifer.

Pengobatan secara simtomatis dan perawatan yang baik dapat memperbaiki prognosisnya. Berangkat dari penjelasan menarik di atas penulis bermaksud membahas lebih lanjut penyakit GBS Gullain Bare Syndrome dalam makalah ini untuk menemukan asuhan keperawatan yang tepat dilakukan oleh perawat di arena kerja, dengan mengangkat judul Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gullain Bare Syndrome.

Tujuan Guillaun mengetahui konsep teori dan konsep asuhan keperawatan pada pasien Gullain Bare Syndrome. Bagi Masyarakat UmumMasyarakat dapat menambah pengetahuan tentang penyakit Gullain Bare Syndrome, yang pada kejadian tertentu dapat pula menyebabkan kematian. Bagi MahasiswaMahasiswa khususnya terangkul dalam dunia keperawatan dapat menggunakan asuhan keperawatan guillaim tepat pada pasien GBS dengan landasan teori yang memadai.

Gui,lain Barre Syndrome ialah sindrom yang mempunyai banyak sinonim antara la. Published on Oct View Download DefinisiGuillain Barre Syndrome ialah sindrom yang mempunyai banyak sinonim antara lain polyneuritis akut pasca infeksi, polyneuritis akut toksik polyneuritis febril, poliradikulopati, dan acute ascending paralysis yang sering ditemukan pada bagian penyakit saraf yang dicirikan dengan kelumpuhan otot ekstremitas yang akutt dan progresif, dan biasanya muncul sesudah infeksi.

Saraf Guillain-barre Syndrome (Gbs)

Guillain Barre Syndrome GBS adalah terjadinya suatu masalah pada system saraf yang menyebabkan kelemahan otot, kehilangan reflex, dan kebas pada lengan, tungkai, wajah, dan bagian tubuh lain. Kasus ini terjadi secara akut dan berhubungan dengan proses autoimun.

  BSP CIRCULAR 706 PDF

Kerusakan saraf ini dianggap sebagai hasil dari reaksi kekebalan yang abnormal terhadap mielin sistem saraf perifer. Kelemahan dan mati rasa di varre biasanya merupakan gejala pertama. Sensasi ini dapat dengan cepat menyebar, akhirnya melumpuhkan seluruh tubuh. Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi tulang kranium dan kanal vertebral. Sistem ini terdiri dari saraf cranial dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor dan efektor. Secara fungsional sistem saraf perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen.

LP GBS – PDF Free Download

Sistem eferen dari sistem saraf perifer memiliki dua sub divisi: Divisi somatic volunter berkaitan dengan perubahan lingkungan eksternal dan pembentukan respons motorik volunter pada otot rangka. Divisi otonom involunter mengendalikan seluruh respon involunter pada otot polos, otot jantung dan kelenjar dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua jaluri Saraf simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalisii Saraf parasimpatis berasal dari area otak dan sacral pada medulla spinalis.

Sel-Sel Pada Sistem SarafNeuron adalah unit fungsional sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan perpanjangan sitoplasma.

Bagian ini tersusun dari komponen berikut: Bagian ini menghantar impuls syndroe badan sel ke neuron lain, ke sel lain sel otot atau kelenjar atau ke badan sel neuron yang menjadi asal akson.

Selubung myelin merupakan sruktur berbentuk aslep berisi myelin berlemak yang membantu mempercepat syndroje dan mencegah impuls pudar atau bocor. Selubung myelin sebagai isolator listrik, mencegah arus pendek antara akson, dan mempasilitasi konduksi. Nodus ranvier adalah satu-satunya titik dimana akson tidak tertutup myelin sjndrome ion-ion dapat berpindah diantaranya dan cairan ekstraseluler. Depolarisasi membrane aksonal pada nodus ranvier memperkuat potensial aksi yang dihantarkan sepanjang akson dan ini adalah ugillain konduksi saltatori meloncat.

Neuron diklasifikasi secara fungsional berdasarkan arah transmisi impulsnya. Neuron ini menghubungkan neuron sensorik dan motorik atau menyampaikan informasi ke interneuron lain.

Neuron diklasifikasi secara structural berdasarkan jumlah prosesusnya. Sebagian besar neuron motorik, yang ditemukan dalam otak dan medulla spinalis, masuk dalam golongan ini. Neuron ini ditemukan pada organ indera, seperti amta, telinga dan hidung. EtiologiDahulu, sindrom ini diduga disebabkan oleh infeksi virus. Tetapi akhir-akhir ini terungkap ternyata virus bukan sebagai penyebab.

Teori yang dianut sekarang ialah suatu kelainan immunobiologik, baik secara primary immune response maupun immune mediated process. Dua pertiga penderita berhubungan dengan penyakit infeksi atau kejadian akut. Penyebab terjadinya inflamasi dan destruksi pada GBS sampai saat ini belum diketahui. Ada yang menyebutkan kerusakan tersebut disebabkan oleh penyakit autoimun. Pada sebagian besar kasus, GBS didahului oleh infeksi yang disebabkan guilalin virus, yaitu Epstein-Barr virus, coxsackievirus, influenzavirus, echovirus, cytomegalovirus, hepatitisvirus, dan HIV.

Selain virus, penyakit ini juga didahului oleh infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti Campylobacter Jejuni pada enteritis, Mycoplasma pneumoniae, SpirochaetaSalmonella, Legionella danMycobacterium Tuberculosa.

Vaksinasi seperti BCG, tetanus, varicella, dan hepatitis Batre ; penyakit sistemik seperti kanker, lymphoma, penyakit kolagen dan sarcoidosis ; kehamilan terutama pada trimester ketiga ; pembedahan dan anestesi epidural. Infeksi virus ini biasanya terjadi 2 4 minggu sebelum timbul GBS. PatofisiologiKelemahan dan paralisis yang terjadi pada GBS disebabkan karena hilangnya myelin, material yang membungkus saraf.

Hilangnya myelin ini disebut demyelinisasi. Demyelinisasi menyebabkan penghantaran impuls oleh saraf tersebut menjadi lambat atau berhenti sama sekali.

GBS menyebabkan inflamasi dan destruksi dari myelin dan menyerang beberapa saraf. Synddome ada yang mengetahui dengan pasti bagaimana GBS terjadi dan dapat menyerang sejumlah orang.

Askep GBS (Guillain Bare Syndrome)

Yang diketahui ilmuwan sampai saat ini adalah bahwa sistem imun menyerang tubuhnya sendiri, dan menyebabkan suatu penyakit yang disebut sebagai syndrpme autoimun. Infeksibaik yang disebabkan oleh bakteri maupun virus, dan antigen lain memasuki sel Schwann dari saraf dan kemudian mereplikasi diri. Antigen tersebut mengaktivasi sel limfosit T.

Sel limfosit T ini mengaktivasi proses pematangan limfosit B dan memproduksi autoantibodi spesifik. Ada beberapa teori mengenai pembentukan autoantibodiyang pertama adalah virus dan bakteri mengubah susunan sel sel saraf sehingga sistem imun tubuh mengenalinya sebagai benda asing. Teori yang kedua mengatakan bahwa infeksi tersebut menyebabkan kemampuan sistem imun untuk mengenali dirinya sendiri berkurang.

  MANKIW TAYLOR ARBEITSBUCH PDF

Autoantibodi ini yang kemudian menyebabkan destruksi myelin, bahkan kadang kadang juga dapat terjadi destruksi pada axon. Teori lain mengatakan bahwa respon imun yang menyerang myelin disebabkan oleh karena antigen yang ada memiliki sifat yang sama dengan myelin. Hal ini menyebabkan terjadinya respon imun terhadap myelin yang di invasi oleh antigen tersebut. Destruksi pada myelin tersebut menyebabkan sel sel saraf tidak dapat mengirimkan askfp secara efisien, sehingga otot kehilangan kemampuannya untuk merespon perintah dari otak dan otak menerima lebih sedikit impuls sensoris dari seluruh bagian tubuh Umumnya sel-sel imunitas ini menyerang benda asing dan organisme pengganggu; namun pada GBS, sistem imun mulai menghancurkan selubung myelin yang mengelilingi akson saraf perifer, atau bahkan akson itu sendiri.

Terdapat sejumlah teori mengenai bagaimana sistem imun ini tiba-tiba menyerang saraf, namun teori yang dikenal adalah suatu teori yang menyebutkan bahwa organisme misalnya infeksi virus ataupun bakteri telah mengubah keadaan alamiah sel-sel sistem saraf, sehingga sistem imun mengenalinya sebagai sel-sel asing.

Organisme tersebut kemudian menyebabkan syndrime imun, seperti halnya limfosit dan makrofag, untuk menyerang myelin.

Limfosit T yang tersensitisasi bersama dengan limfosit B akan memproduksi antibodi melawan komponen-komponen selubung myelin dan menyebabkan destruksi dari myelin. Akson adalah suatu perpanjangan sel-sel saraf, berbentuk panjang dan tipis; berfungsi sebagai pembawa sinyal saraf.

Beberapa akson dikelilingi oleh suatu selubung yang dikenal sebagai myelin, yang mirip dengan kabel listrik yang terbungkus plastik. Selubung myelin bersifat insulator dan melindungi sel-sel saraf. Selubung ini akan meningkatkan baik kecepatan maupun jarak sinyal saraf yang gulllain.

Myelin tidak membungkus akson secara utuh, namun terdapat suatu jarak diantaranya, yang dikenal sebagai Nodus Ranvier; dimana daerah ini merupakan daerah yang rentan askfp. Transmisi sinyal saraf juga akan diperlambat pada daerah ini, sehingga semakin banyak terdapat nodus ini, sskep sinyal akan semakin lambat.

Pada GBS, terbentuk antibodi atau immunoglobulin Ig sebagai reaksi terhadap guiklain antigen atau partikel asing dalam tubuh, seperti bakteri ataupun virus. Antibodi yang bersirkulasi dalam darah ini akan mencapai myelin serta merusaknya, dengan bantuan sel-sel leukosit, sehingga terjadi inflamasi pada saraf. Sel-sel inflamasi ini akan mengeluarkan sekret kimiawi yang akan mempengaruhi sel Schwan, yang seharusnya membentuk materi lemak penghasil myelin.

Dengan merusaknya, produksi myelin akan berkurang, asskep pada waktu bersamaan, myelin barge ada telah dirusak oleh antibodi tubuh. Seiring dengan serangan yang berlanjut, jaringan saraf perifer akan hancur secara bertahap. Saraf motorik, sensorik, dan otonom akan diserang; transmisi sinyal melambat, terblok, atau terganggu; sehingga mempengaruhi tubuh penderita.

Hal ini akan menyebabkan kelemahan otot, kesemutan, kebas, serta kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan. Untungnya, fase ini bersifat sementara, sehingga apabila sistem imun telah kembali normal, serangan itu akan berhenti dan pasien akan kembali pulih.

Seluruh saraf pada tubuh manusia, dengan pengecualian pada otak dan medulla spinalis, merupakan bagian dari sistem saraf perifer, yakni terdiri dari saraf kranialis dan saraf spinal.

Saraf-saraf perifer mentransmisikan sinyal dari otak dan medulla spinalis, menuju dan dari otot, organ, serta kulit. Tergantung fungsinya, saraf dapat diklasifikasikan sebagai saraf perifer motorik, sensorik, dan otonom involunter. Pada GBS, terjadi malfungsi pada sistem imunitas sehingga muncul kerusakan sementara pada saraf perifer, dan timbullah gangguan sensorik, kelemahan yang bersifat progresif, ataupun paralisis akut.

Karena itulah GBS dikenal sebagai neuropati perifer.